Just another WordPress.com site

Balasan sifat pemurah wanita Shaliha

Salah satu sifat wanita shaliha adalah sifat pemurah sebab sebaik-baik orang adalah yang memiliki sifat pemurah sifat ini akan menolong kepada orang-orang yang kurang mampuh dan membutuhkannya, memiliki sifat terlalu pemurah yang berdampak pada pemborosan dalam agama juga dilarang yang disebut dengan mubazir.

Wanita shaliha yang memiliki sifat pemurah akan selalu membantu orang lain dalam kesulitan tanpa melihat siapa orang dan kedudukannya, beniat baik, ihklas adalah landasan dari setiap perbuatannya, kita baca sebuah sejarah dari cucu Rasulullah SAW, suatu hari Hasan dan Husain dan Abdullah bin Ja’far yang hendak ibadah haji, tiba-tiba lewatlah di khemah milik Ummu Habibul A’rabiah dijalan antara Mekkah dan Madina.

Ummu Habibul A’rabiah hidup dengan suaminya dan memiliki seekor kambing, setelah rombongan Hasan dan Husain haus mampirlah ke rumah Ummu Habibul A’rabiah, Ummu Habib menyuruh mereka untuk memeras air susu kambingnya untuk di minum, setelah itu Ummu Habib menawarkan kalau kalian lapar sembelihlah kambing ini dan aku akan menyiapkan kayu untuk membakarnya dan menyiapkan keperluannya.

Dan disembelihlah kambinya tersebut dimakan sama-sama, setelah rombongan ini pergi datanglah suaminya dan marah karena tau itu kambing satu-satunya sebagai penyambung hidup, dan diajaklah istrinya pergi  mencari rizky sampai ke Madinah, Setelah di Madina ketika Hasan didipan pintu rumahnya melihat dua dua orang ini dengan keadaan letih dan lapar.

Hasan mengajak kerumahnya karena ingat dia yang menolongnya pada waktu kelaparan dan diberikanlah mereka oleh Hasan seratus ekor kambing dan seribu dinar, begitu juga dilayaninya mereka dengan baik, kemudia Hasan membawanya juga kerumah Husain dan sama Husain diberi juga sebagai mana Hasan memberikan kambing dan uang, akhirnya wanita ini pulang dengan membawa empat ratus kambing dan empat ribu dinar.

SumbhanAllah dari cerita diatas jika seorang yang menolong hamba Allah dengan ihklas Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda, ternyata benar janji Allah tidak akan meleset itu baru saja didunia sudah mendapat balasan belum lagi diakhirat, banyak diantara kita kadang mau memberi begitu berat seakan-akan harta itu abadi miliknya, bahkan ada juga memilih-milih kepada siapa mau memberi dengan tujuannya mendapat kehormatan, sanjungan dan pujian inilah niat yang salah.

Dengan jiwa-jiwa yang shaliha akan membawa sebuah prilaku mulia peduli dengan sesama yakin dengan balasan Allah dan tidak mengharap balasan atas pemberian yang sudah dilakukannya, semoga dengan jiwa yang saliha mata hati kita tidak tertutup dengan dunia sehingga kita akan tau kewajiban kita sebagai hamba Allah, ” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizky yang sebaik-baiknya.”(QS: saba’:39).

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.